Jika pengunjung ingin membaca atau memperoleh artikel/tutorial yang lebih menarik silahkan untuk mendaftar sebagai members dengan cara click mendaftar pada bagian Login Form. Bagi pengunjung yang telah terdaftar sebagai members bisa langsung mengisi username dan password lalu Login.
Sekitar 500 siswa dan guru SMA Negeri dan swasta di Bandung, Jumat (4/12) menggelar unjukrasa di halaman gedung DPRD Jawa Barat. Mereka menolak pelaksanaan Ujian Nasional (UN).
Koordinator Aksi Iwan Hermawan dari Gerakan Siswa & Guru (GSGB) Bersatu Tolak Ujian Nasional dalam orasinya menyebutkan, dengan adanya putusan Mahkamah Agung yang menolak permohonan kasasi pemerintah terhadap gugatan ujian nasional, GSGB meminta agar Ujian Nasional diserahkan kepada sekolah masing-masing.
Menurut Sekjen Forum Guru Independent Indonesia (FGII) ini dalam putusannya MA memerintahkan kepada pemerintah bukan untuk menyelenggarakan Ujian Nasional, tetapi terlebih dahulu harus meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana, serta akses informasi yang lengkap ke seluruh daerah, sebelum mengeluarkan kebijakan pelaksanan ujian nasional.
Hal lain yang harus dilakukan pemerintah, tambah Iwan, pemerintah seharusnya melaksanakn Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional, sebagai penentuan kelulusan siswa diserahkan kepada sekolah.
Sementara itu seorang Evan, seorang sisiwa SMA Negeri 9 Bandung meminta pemerintah menghapuskan Ujian nasional, mengkaji ulang sistem pendidikan nasional khususnya system evaluasi belajar di tiap satuan pendidkan.
Permintaan lainnya, agar pemerintah melaksanakan amar putusan MA dan melibatkan siswa untuk ikut berpartisipasi dalam proses perencanan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kebijakan pendidikan.
Evi, pengunjuk rasa lainnya menyebutkan, para siswa yang menolak Ujian Nasional, bukan semat-mata tidak siap berkompetisi, tetapi dipastikan akan terjadi kesulitan akibat kesenjangan kualitas sekolah dan kondisi sekolah yang berbeda.
“Coba bayangkan, kualitas sekolah di perkotaan Pulau Jawa, dengan sekolah di pedalaman Papua yang sarana dan prasarana berbeda, pasti kualitasnya takkan sama,” ucap Evi.
Unjukrasa yang mendapat penjagaan ketat ratusan petugas dilengkapi mobil lapis baja dan water canon ini, berlangsung sejak pagi. Beberapa pengunjuk rasa banyak yang bolos sekolah.
Beberapa orang perwakilan pengunjuk rasa, sempat diterima Ketua Komisi E DPRD Jawa Barat untuk berdialog. Pimpinan Komisi E yang menerima aspirasi tersebut berjanji akan menyampaikan masalah tersebut kepada pemerintah pusat.
Sumber : postkota.co.id