Jika pengunjung ingin membaca atau memperoleh artikel/tutorial yang lebih menarik silahkan untuk mendaftar sebagai members dengan cara click mendaftar pada bagian Login Form. Bagi pengunjung yang telah terdaftar sebagai members bisa langsung mengisi username dan password lalu Login.
Sembilan siswa-siswi grup karawitan SMAN 1 Prembun, Kebumen siang itu lain dari biasanya. Mereka mengenakan busana adat Jawa, namun duduk serius menghadap perangkat komputer. Tak berapa lama, orkestra virtual gamelan diperagakan mereka pada opening Game Tech 2008 di kampus Udinus Semarang. Beberapa gending jawa mulai dari 'Pangkur", "Kebogiro", 'Prau Layar ", hingga "Gugur Gunung" dibawakan dengan merdu, meski dihasilkan dari seperangkat komputer, bukan gamelan. Aplaus pengunjung pun cukup lama. Bahkan Direktur Badan Perencanaan Kerja Sama Luar Negeri Depdiknas Prof Dr Ir Didik Sulistiyono yang melihat atraksi di kampus Udinus 19-21 April lalu langsung kesengsem.Saking gembiranya, dia berkenan memberi kesempatan kepada siswa-siswi yang diasuh oleh Joko Triyono (43), guru seni musik SMAN 1, untuk terbang ke Bangkok mengenalkan musik gamelan berbasis komputer.
Virtual gamelan merupakan program tiruan gamelan yang ditemukan dan dibuat oleh Joko Sejak tahun 2006 dan dia tata ulang tahun 2007. Karya guru seni lulusan Unnes itu sukses dipentaskan secara orkestra di Udinus dengan memakai 10 laptop.
Para pelajar itu telah membuktikan virtual gamelan terdengar seperti wujud instrumen aslinya. Di sela-sela latihan di Gedung E lantai III Udinus, Rektor juga menyatakan siap memfasilitasi pertunjukan itu untuk dimasukkan Muri.
Respon Positif
Lebih lanjut pada acara penutupan Game Tech 2008 Direktur Kementerian Pendidikan se Asia Tenggara atau Seamolec Dr Ir Gatot Hari Priowiryanto mengakui, pihaknya telah menemukan "mutiara" dari Prembun. Virtual gamelan itupun akan diperkenalkan di kawasan Asia Tenggara. "Bahkan bukan tidak mungkin nanti dari Prembun go Washington," ujarnya. Menurut Joko, virtual gamelan telah dikenal sebagian masyarakat Jateng. Bahkan di dunia maya (internet) telah mendapat respon positif. Harapannya, gamelan itu dapat bermanfaat dalam dunia pendidikan dan pengembangan seni budaya
Joko mengungkapkan, ide mengembangkan gamelan lewat komputer tersebut untuk melestarikan seni tradisi. Selain itu juga untuk mengenalkan seni gamelan kepada anak didik yang mulai melupakan seni budaya asli Jawa. Umumnya siswa sekarang tak menyukai gamelan dan karawitan. "Siswa kami rangsang lewat komputer bisa bermain gamelan," tandasnya.
Kepala SMAN Prembun Dra Rahmi Lestari Rahayuni seusai menerima penjelasan menyatakan bersyukur. Dia bangga dan puas melihat keterampilan siswa-siswinya bermain gamelan memakai komputer.
Suara merdeka, Kamis 24 April 2008, Komper Moerdopo