MUKHLISIN S.Pd
SMA Negeri 1 Prembun Kebumen
ABSTRAK
Pada era global seperti sekarang ini teknologi berkembang sangat pesat. Demikian pula dengan perkembangan dunia komputer yang semakin canggih. Berbagai program baru bermunculan dan membuat kita semakin mudah untuk mencari program-program yang kita inginkan. Kemajuan teknologi komputer sangat membantu dalam penyampaian materi pelajaran. Disamping itu kemajuan teknologi akan lebih mudah kita pelajari apabila kita telah menguasai bahasa Inggris dengan baik. Dari gambaran diatas jelaslah bahwa betapa pentingnya kedudukan bahasa Inggris. Apabila kita tidak menguasai bahasa Inggris dengan baik maka kita akan ketinggalan dalam mengakses teknologi tersebut. Dengan demikian pembelajaran bahasa Inggris di sekolah tidak dapat dipandang sebelah mata tetapi perlu adanya pengembangan yang optimal.
Pelajaran bahasa Inggris dalam pendidikan formal mulai diberikan kepada siswa sejak Sekolah Dasar sampai perguruan tinggi.Hal ini dimaksudkan agar siswa betul-betul bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik sehingga mereka bisa menimba ilmu yang terus berkembang dengan baik. Seperti kita ketahui bahwa hampir semua buku dan sumber ilmu yang lain menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris.
Untuk meningkatkan proses pengajaran bahasa Inggris, dibutuhkan adanya metode yang tepat agar siswa bisa menguasai materi pelajaran yang diberikan dengan baik dan optimal. Disamping itu penggunaan media yang baik juga sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang lebih berhasil dan menyenangkan.
“Animal As Participants In A Story” merupakan materi bahasa Inggris yang berisi cerita binatang (Fabel) yang dikemas dalam bentuk CD pembelajaran menggunakan media microsoft power point. Media ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris pada siswa-siswi SMA Negeri 1 Prembun, Kebumen. Agar kegiatan pembelajaraan menjadi lebih dinamis dengan menghadirkan dinamika pembelajaran berupa gambar, suara dan animasi. Dengan media yang mampu menghadirkan gambar-gambar hidup maka siswa tidak hanya belajar secara teks book tetapi juga melihat dan mendengar. Dengan pembelajaran yang dinamis seperti yang digambarkan di atas maka hal tersebut dapat memberikan motivasi dan kesempatan luas kepada siswa untuk mengembangkan kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Dengan pemikiran tersebut maka rumusan permasalahan penelitian ini adalah : Apakah multimedia berbasis powerpoint pada pembelajaran bahasa Inggris dengan materi “Animal as Participants in a Story” dapat meningkatkan hasil belajar siswa? Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang merupakan tindakan nyata di kelas dalam bentuk Action Research atau PTK. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap peningkatan hasil pembelajaran bahasa Inggris menggunakan multimedia powerpoint. Berdasarkan observasi dan analisis diperoleh kesimpulan bahwa terjadi peningkatan hasil pembelajaran bahasa Inggris di SMAN1 Prembun. Peningkatan hasil tersebut tergambar pada pencapaian hasil belajar siswa yaitu rata-rata 73 dengan ketuntasan belajar 74 %. Dengan hasil tersebut maka telah melampaui KKM yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 64. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka diharapkan perlu dikembangkan lagi multimedia berbasis powerpoint agar dapat digunakan secara luas pada pembelajaran bahasa Inggris.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa merupakan penghubung dunia. Ungkapan ini nampaknya tidak terlalu berlebihan kalau kita lihat kenyataaan dilapangan, terutama bahasa Inggris. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang sangat penting untuk dikuasai. Sekarang ini segala ilmu yang berkembang didunia ini hampir semuanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Hal ini membuat para pencari ilmu, khususnya siswa mau tidak mau harus bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik agar dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan tidak mengalami hambatan. Selain untuk mencari ilmu, penguasaan bahasa Inggris juga dibutuhkan agar kita bisa berkomunikasi dengan dunia luar.
Bahasa Inggris yang dianggap sebagai bahasa yang terpenting di dunia, merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa di banyak sekolah, tidak terkecuali di SMA N I Prembun, Kebumen. Banyak siswa yang merasa gugup, bingung dan merasa tak siap untuk mengikuti pelajaran bahasa Inggris.
Perbedaan yang sangat jauh antara bahasa ibu, dalam hal ini bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, dengan bahasa target atau bahasa Inggris membuat siswa sulit untuk menguasai bahasa Inggris. Diantara perbedaan tersebut diatas adalah perbedaan tata bahasa. Ditambah lagi dengan minimnya kosa kata yang dikuasai oleh siswa semakin membuat mereka merasa tidak mampu untuk bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik. Hal ini terlihat ketika dalam proses kegiatan belajar mengaja. Siswa nampak pasif, takut salah dan tidak berani berkata atau bertanya manakala di beri kesempatan untuk berdiskusi dengan temannya atau bertanya kepada gurunya. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar dan mengajar bahasa Inggris kurang optimal. Kreatifitas guru sangat diperlukan guna mengembangkan kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris yang menyenangkan dan bisa meningkatkan motivasi siswa dalam belajar lebih giat lagi. Salah satu cara adalah dengan menggunakan media pengajaran.
Selain hal tersebut diatas, pergantian kurikulum dari kurikulum 1994 ke Kurikulum Berbasis Kompetensi ( Kurikulum 2004 ) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( Kurikulum 2006 ) juga membawa perubahan yang cukup besar pada pelajaran bahasa Inggris. Pembelajaran Bahasa Inggris yang dahulu hanya diukur dan bermuara pada perolehan nilai ujian nasional, yang didalamnya ditentukan oleh kemampuan membaca dan menguasai struktur bahasa, berubah ke pembelajaran yang mengacu pada kompetensi lisan dan tulis yaitu kompetensi produktif untuk mampu menggunakan bahasa Inggris secara aktif baik secara lisan maupun tulis.
Kendala signifikan yang dihadapi guru dan siswa untuk mencapai kompetensi lisan dan tulis dalam Bahasa Inggris adalah rendahnya kemampuan siswa untuk mampu membangun ide atau mengorganisasikan gagasan Siswa tidak mampu menyampaikan idenya secara lancar dan jelas. Bahkan kadang siswa tidak mempunyai ide sama sekali ketika dihadapkan pada satu topik untuk dibahas. Kendala rendahnya kemampuan siswa untuk membangun ide atau mengorganisasikan gagasan merupakan kendala besar disamping kendala yang lain seperti rendahnya penguasaan kosa kata, tata bahasa, kurang sarana, kelas besar, aspek psikologi dan lain-lain.
Perubahan kurikulum dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum 2004 dan 2006 juga memunculkan istilah jenis-jenis teks atau genres. Jenis teks merupakan bagian utama dari mata pelajaran bahasa Inggris. Ada belasan jenis teks yang diberikan di sekolah menegah atas. Salah satu diantaranya adalah Narrative Text. Jenis teks ini diajarkan baik di kelas X, XI maupun di kelas XII. Narrative text meliputi beberapa macam seperti legend, fable, fairy tales, dan yang lainnya.
Pengajaran teks ini akan lebih menarik dan lebih bisa dipahami siswa jika menggunakan media. Salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan media berbantuan komputer, microsoft power point. Untuk mengajarkan fable, misalnya, akan lebih menarik jika menggunakan gambar- gambar binatang secara berurutan yang mereka kenal dan biasa menjadi tokoh dalam dongeng- dongeng fable seperti kancil, buaya, monyet, katak, ikan mas, singa, tikus dan yang lainnya. Dengan dimunculkannya gambar berurutan ini, diharapkan siswa akan tertarik untuk mencoba mengarang sendiri dongeng-dongeng fabel yang lain dari hasil kreativitas sendiri. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media gambar binatang terhadap kemampuan siswa untuk menciptakan teks berbentuk naratif, dalam hal ini fabel maka perlu diadakan penelitian tindakan kelas.
B. Ruang Lingkup.
Ruang lingkup penelitian dalam penulisan karya ilmiah ini adalah :
Meningkatkan kemampuan siswa untuk membangun ide dalam berbicara dan menulis naratif dalam bahasa Inggris melalui media gambar-gambar binatang. Ruang lingkup ini kami pilih dengan melihat fakta dilapangan bahwa :
- - Sulitnya siswa untuk menentukan tokoh-tokoh dalam cerita fable.
- - Kurangnya siswa dalam menyusun dan menyampaikan ide dan gagasan dengan baik.
- - Lamanya waktu yang dibutuhkan siswa hanya untuk menentukan tokoh-tokoh yang akan digunakan dalam cerita
- - Kurangnya kondisi yang menuntut siswa mampu menyampaikan ide dan gagasan dengan baik.
- - Rendahnya kemampuan siswa untuk mengeksploitasi suatu topik dari berbagai perspektif.
C. Tujuan, Langkah-langkah dan Indikator
a. Tujuan
Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas XI IS 3 SMAN 1 Prembun, Kebumen yang meliputi :
a. Kemampuan siswa mengorganisasikan gagasan tentang fable.
- Kemampuan siswa mengeksplorasi cerita atau dongeng tentang binatang.
- Kompetensi lisan bahasa Inggris siswa.
- Kompetensi tulis bahasa Inggris siswa.
b. Langkah-langkah :
Adapun langkah-langkah yang diambil untuk mencapai tujuan tersebut diatas adalah ;
- Memberikan tugas kelompok pada kelompok siswa.
- Melaksanakan kegiatan
- Mempresentasikan hasil
- Mengadakan evaluasi
c. Indikator utamanya adalah :
- Siswa dapat menyampaikan ide atau gagasan tentang fable dengan lancar.
- Siswa dapat membangun ide cerita secara luas dan runtut.
- Siswa dapat menuliskan gagasan cerita dengan mudah.
- Siswa dapat berbicara Bahasa Inggris dengan lancar.
D. Manfaat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis komputer pada pembelajaran bahasa Inggirs. Bagi siswa, akan memperoleh pengalaman mental secara langsung dan menyenangkan sehingga mampu mengembangkan kreativitas siswa. Bagi sekolah, memberikan kontribusi dalam usaha meningkatkan hasil pembelajaran bahasa Inggris.
KERANGKA TEORITIS
a. Hakekat Pembelajaran
Pengertian pembelajaran menurut Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses interaksi yang baik dan berimbang antar komponen ini akan sangat berpengaruh pada hasil pembelajaran. Menurut Mulyasa (2004:101), proses pembelajaran dikatakan efektif apabila seluruh peserta didik terlibat secara aktif, baik mental, fisik, maupun sosialnya.
b. Hakekat Multimedia Pembelajaran Berbasis Komputer
Pengertian media menurut Bovee (Ena, 2004:2) adalah sebuah alat untuk menyampaikan pesan. Berdasarkan pengertian tersebut maka media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan pesan dalam proses pembelajaran.
Dengan bantuan teknologi perangkat komputer maka dapat dihasilkan multimedia pembelajaran yang interaktif. Dengan demikian kita bisa menggunakan kombinasi tampilan berbagai media yang berbeda seperti teks, grafik, bunyi, dan video untuk menyampaikan pesan atau informasi.
Dengan kegiatan pembelajaran melalui media interaktif berbasis komputer, dalam hal ini program microsoft power point, maka akan dapat memberikan rangsangan bagi siswa untuk mau belajar lebih giat sehingga mampu mengembangkan kemampuannya dalam penguasaan bahasa Inggris baik lisan maupun tulis.
Pemanfaatan program aplikasi microsoft powerpoint untuk pembuatan multimedia pembelajaran memiliki keuntungan bagi guru. Hal ini seperti diungkap Ena (2004:4) bahwa keuntungan terbesar memanfaatkan program aplikasi microsoft powerpoint adalah tidak perlunya pembelian piranti lunak karena sudah ada di dalam Microsoft office, keuntungan lainnya adalah sederhananya tampilan ikon-ikon yang kurang lebih sama dengan Microsoft word yang sudah banyak dikenal, tersedianya banyak fasilitas aplikasi sehingga pemakai tidak perlu mempelajari bahasa pemrograman komputer, dan juga tersedianya fasilitas untuk dihubungkan dengan internet. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pembuatan multimedia pembelajaran menggunanakan program microsoft powerpoint akan menghemat biaya, waktu, tenaga, dan pikiran sebab guru tidak harus mempelajari dulu bahasa pemrograman komputer.
Kelemahan dari program aplikasi Microsoft Powerpoint adalah tidak tersedianya fasilitas untuk menyimpan informasi dari pengguna setelah melakukan eksplorasi pembelajaran. Dengan kelemahan ini maka pengguna atau siswa tidak bisa mengukur kemampuan belajarnya secara langsung. Untuk mengatasi kelemahan ini, maka dapat digunakan lembar kertas kerja siswa sehingga guru dapat memantau perkembangan belajar siswa.
c. Hakekat Pembelajaran Bahasa Inggris
Pembelajaran Bahasa Inggris menurut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau kurikulum 2004 bertujuan untuk penguasaan kompetensi wacana lisan dan tulis. Kompetensi lisan dan tulis adalah kompetensi produktif yang pada kurikulum sebelumnya belum dikembangkan secara maksimal, karena di kurikulum terdahulu kompetensi yang dikembangkan dan diukur adalah kompetensi reseptive atau menerima yaitu kompetensi mendengar dan membaca. Sedangkan dalam kurikulum KBK ini kompetensi yang dikembangkan adalah kompetensi lisan maupun tulis yang mencakup empat kompetensi, yaitu kompetensi mendengar, berbicara, membaca dan menulis.
Materi pokok yang dibahas pada penelitian ini adalah penggunaa gambar-gambar binatang yang digunakan dalam membantu menyusun teks berbentuk naratif tentang binatang atau fable. Penentuan materi Narrative text tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa jenis teks tersebut diajarkan pada setiap jenjang kelas di sekolah menengah atas, baik kelas X, XI maupun kelas XII. Pertimbangan lain bahwa Narrative text merupakan jenis teks yang disukai oleh para siswa.
d. Kerangka Berpikir
Dari penjelasan pada kerangka teori tersebut diatas maka dapat diketahui bahwa melalui multimedia pembelajaran berbasis computer, dalam hal ini Microsoft power point, maka dapat ditampilkan media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan menyenangkan. Dengan proses pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan tersebut memungkinkan terjadinya peningkatan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran bahasa Inggris sehingga berdampak pada hasil belajar kognitif maupun psikomotor.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat memberikan gambaran bahwa penggunaan multimedia berbasis komputer Microsoft power point, khususnya dengan menampilkan gambar-gambar binatang yang sering dijadikan sebagai tokoh dalam dongeng fable adalah penting karena dapat meningkatkan minat belajar siswa dan dapat membantu siswa dalam menyusun karangan berbentuk naratif. Melihat kenyataan ini maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penggunaan multimedia dalam pembelajaran bahasa Inggris terutama dalam upaya meningkatkan minat dan hasil belajar siswa.
e. Hipotesis Tindakan:
Berdasarkan kerangkan teoritik dan kerangka berpikir, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Penggunaan multimedia pembelajaran berbasis komputer program microsoft power point yang memunculkan gambar-gambar tokoh binatang dalam proses pembelajaran bahasa Inggris dapat meningkatkan hasil pembelajaran bahasa Inggris pada siswa kelas XI IS 3 SMAN 1 Prembun, Kebumen.”
METODOLOGI PENELITIAN
a. Penentuan Subyek Penelitian
Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IS 3 SMAN 1 Prembun, Kebumen semester I tahun pelajaran 2007/2008. Dipilihnya kelas tersebut karena minat belajar siswa pada pelajaran bahasa Inggris rendah yang tergambar dari rendahnya minat siswa untuk aktif dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dikelas dan masih banyaknya siswa yang belum tuntas nilai ulangan hariannya, yaitu 14 siswa dari 40 siswa yang ada,
b. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah: Multimedia pembelajaran berbasis komputer program mocrosoft power point yang berisi contoh gambar-gambar binatang dalam bentuk CD, soal untuk mengembangkan paragraph berdasarkan gambar yang diberikan, soal tes tertulis, lembar kerta kerja siswa, lembar observasi. Petunjuk cara penggunaan media atau CD tersebut sangat mudah karena hanya dengan meng-klik simbol-simbol menu yang ada. Jika dipilih (klik) Evaluation, misalnya, maka akan ditampilkan program yang berisi soal-soal latihan interaktif, demikian pula jika dipilih menu yang lain.
c. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut: Dokumentasi, mengadakan observasi, mengadaan tes. Pada penelitian ini, analisis data dilakukan dengan cara diskriptif persentase. Hal ini sesuai dengan Sukidin (2002:111), bahwa data kuantitatif dapat dianalisis dengan deskriptif diantaranya dengan persentase. Sementara itu Zuriah (2003:102), menyatakan bahwa untuk data kualitatif, maka analisisnya dilakukan secara kualitatif dengan tahapannya adalah: menyeleksi, menyederhanakan, mengklasifikasikan, memfokuskan, mengorganisasi (mengkaitkan gejala) secara sistematis dan logis, serta membuat abstraksi atau kesimpulan makna hasil analisis.
d. Prosedur Penelitian
Secara operasional, prosedur penelitian tindakan kelas yang diterapkan dalam penelitian ini mengikuti rancangan Kurt Lewin seperti yang dikutif oleh McNiff (1999: 22) yaitu berupa siklus tidakan kelas dengan setiap siklusnya meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.
HASIL PENELITIAN
k. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama penelitian tindakan, maka diperoleh informasi data sebagai berikut:
Tabel 1. Nilai bahasa Inggris aspek kognitif Ulangan semester 1
|
Siklus ke
|
Nilai rata-rata kognitif
|
Jumlah siswa yang tuntas belajar dari 40 siswa
|
target ketuntasan |
|
nilai rata-rata |
|||
|
minimal 64 |
|||
|
1 |
68 |
28 siswa |
Tuntas |
|
2 |
72 |
33 siswa |
Tuntas |
|
3 |
75 |
35 siswa |
Tuntas |
l. Pembahasan Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku (minat) yang positif pada diri peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya 30 siswa dari 40 siswa atau kira-kira 75%, serta tercapainya hasil belajar kognitif siswa dengan nilai rata-rata minimal 64 yang dapat dicapai oleh paling sedikit 30 siswa dari 40 siswa kelas XI IS 3.
Berdasarkan observasi awal (sebelum pelaksanaan penelitian tindakan kelas), diperoleh informasi bahwa nilai rata-rata kelas XI IS 3 rendah yaitu 58 dengan jumlah siswa yang tuntas 17 siswa dari 40 siswa. Minat siswa pada pembelajaran bahasa Inggris juga rendah yang tergambar dari minat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Inggris dan sedikitnya siswa yang mau aktif dalam kegiatan pembelajaran.. Dengan kenyataan seperti tersebut maka kualitas proses pembelajara dikatakan belum efektif dan optimal. Seperti dijelaskan dalam kerangka teoritis bahwa proses pembelajaran dikatakan berkualitas dapat pula dilihat dari segi hasil, yaitu sekurang kurangnya 75% siswa tuntas belajar (Mulyasa, 2004:101).
Berdasarkan observasi hasil belajar siswa maka terungkap nilai rata-rata siswa pada siklus 1 adalah 68, siklus 2 adalah 72, dan pada siklus 3 adalah 75. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus 1 adalah 18, pada siklus 2 adalah 33 dan pada siklus 3 adalah 35 siswa. Berdarakan hasil tersebut maka nilai rata-rata siswa sudah mencapai target penelitian yaitu rata-rata 64. Berdasarkan hasil belajar siswa tersebut juga memberikan gambaran terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan Mulyasa (2004:101) yang menyatakan bahwa dari segi hasil, proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku (minat) yang positif pada peserta didik seluruhnya atau setidak tidaknya 75%.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris berbantuan pembelajaran multimedia berbasis computer program Microsoft power point dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut tergambar dari pencapaian hasil penelitian sebagai berikut; nilai rata-rata pada siklus 1 s.d siklus 3 adalah 68; 72; 75.
Sementara itu berdasarkan hasil pembahasan juga disimpulkan bahwa tindakan kelas yang dilakukan dapat meningkatkan jumlah siswa yang tuntas belajar. Hal ini tergambar dari 40 siswa kelas XI IS 3 pada siklus 1 terdapat 28 siswa tuntas, siklus 2 terdapat 33 siswa tuntas, dan siklus 3 terdapat 35 siswa tuntas.
Berdasarkan hasil yang dicapai dari penelitian ini, maka dalam suatu proses pembelajaran bahasa Inggris sebaiknya dilakukan secara dinamis dengan pemanfaatan teknologi komputer sehingga menumbuhkan aktivitas belajar secara interaktif pada siswa. Perlunya penelitian lebih lanjut tentang penggunaan multimedia pembelajaran mandiri dalam suatu pembelajaran guna mendapatkan metode dan pendekatan yang tepat dalam pembelajaran .
saya tertarik untuk melihatnya
30 Juni 2008 @ 12:19apa bukannya afektif dan psiko motor yang malah makin meningkat dg pesat?
29 Agustus 2008 @ 20:13Kalo kognitif kok sy kira kurang begitu meningkat(kl dibandingkan dg afektif dan psikomotor).sy kira proses lbh penting drpd hasil. Hasil bs direkayasa.(tergantung guru yg memberi tes jg sich)
thanks ya…. Q jadi g bingung lagi
10 September 2008 @ 12:49wah……bgus euy
14 September 2008 @ 20:08Aku masih bingung tentang media n cara pembelajaran… ada yang bsa bantu aku gak
9 Oktober 2008 @ 22:41oh ya kalo ada yang bsa bantu aku kabarin langsung aja ya / sms ke 08999191721 aku tunggu..TK
9 Oktober 2008 @ 22:43pak Q masih bingung bgt soal tenses, ada G cara praktis spy Q cpt mudeng tenses?
20 Oktober 2008 @ 13:49n listening Q jg nol, mpek bu Woro nynggung Q trus’
help me please !!!!!
Dear Mr. M
I’ve seen and copied your work with Mrs. Woro from Mr. Joko last year. I’m very surprised with your work, and it has inspired me.
5 Nopember 2008 @ 21:11I hope I can make some materials like yours, but fisrtly I hope I can learn to make it from Mr. Joko or perhaps from you.
Sincerely