Jika pengunjung ingin membaca atau memperoleh artikel/tutorial yang lebih menarik silahkan untuk mendaftar sebagai members dengan cara click mendaftar pada bagian Login Form. Bagi pengunjung yang telah terdaftar sebagai members bisa langsung mengisi username dan password lalu Login.
Nama Pengguna
Kata Sandi
Ingat Saya
Selasa, 22 Desember 2009 | 16:18 WIB
Bagi siswa SMA Negeri 1 Prembun, Kabupaten Kebumen, komputer tidak lagi sebatas alat untuk mengetik atau mengakses situs jejaring sosial. Laptop sudah menjelma menjadi seperangkat alat musik gamelan.
Dengan teknologi baru ini, para siswa tidak kerepotan jika tampil di luar kota. Misalnya saat tampil di Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah di Kota Semarang, Minggu (13/12).
Mereka cukup membawa sembilan unit laptop dengan program komputer bernama "Virtual Gamelan" yang sudah tertanam di dalamnya. Setiap laptop digunakan untuk memainkan satu jenis alat musik.
Dwi Wibowo (20), siswa SMA 1 Prembun, bertugas memainkan bonang. Teman-temannya memainkan jenis alat musik yang berbeda. Seperti layaknya sebuah grup karawitan, keharmonisan yang mereka munculkan menghasilkan bunyi gamelan yang mirip aslinya. "Awalnya susah sekali memainkan gamelan dengan cara ini," kata Dwi.
Bagi guru-guru se Jawa Tengah sudah tidak asing lagi alias udah akrab bila mendengar virtual gamelan yang diciptakan oleh Joko Triyono guru SMA Negeri 1 Prembun Kebumen. Desember 2005 merupakan titik awal bagi seorang anak desa dalam penemuan ide pembuatan Virtual Gamelan yang dimunculkan di depan istrinya yang setia menemani dalam membuat media pembelajaran setelah bulan Nopember 2005 Joko Triyono terpanggil sebagai finalis dalam lomba pembuatan multimedia pembelajaran yang diadakan oleh Direktorat Pendidikan Menengah Umum, waktu itu baru mendapatkan penghargaan perunggu, begitu senangnya mendapat penghargaan nasional, ide yang telah dilontarkan pada istrinya langsung ditindaklanjuti dengan perancangan dan pengambilan suara, dalam setiap pengambilan suara Joko Triyono selalu melibatkan istrinya untuk membantu proses perekaman.. Maret 2006 karya Virtual Gamelan selesai dibuat, Mei 2006 mulai diujicobakan untuk pembelajaran musik gamelan di kelas x SMA Negeri 1 Prembun Kebumen, walaupun pada waktu itu hanya menggunakan komputer pentium 2 namun cara memainkannya bisa dengan keyboard atau mouse, dalam pembelajaran tersebut beliau juga minta rekannya mas Amad untuk mengambil video para siswa yang memainkan virtual gamelan. Bulan Nopember 2006 karya tersebut diikutsertakan dalam lomba pembuatan multimedia pembelajaran tingkat nasional yang diselenggarakan oleh direktorat Menengah Umum / direktorat pembinaan SMA dan mendapatkan penghargaan Silver waktu itu yang jadi juri termasuk Dr.Eng. Romi Satrio Wahono, Dr.Eng. Hendro Subagyo, di depan para finalis didemokan permainan virtual gamelan dengan mouse juga dengan keyboard ( mulai saat itulah Media Massa meliput ). Tahun 2007 hingga sekarang karyanya selalu disempurnakan. Tanggal 14 Mei 2008 mulai diajukan permohonan hak cipta ke Direktorat Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia. Tanggal 19 dan 21 Mei 2008 para siswa SMA Negeri 1 Prembun dengan virtual gamelannya diminta Universitas Dian Nuswantoro untuk pentas pada acara Festival Game Edukasi Dan Animasi Indonesia. Nopember 2008 mendapatkan prestasi penghargaan Emas tingkat Nasional dalam lomba pembuatan multimedia pembelajaran yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan SMA. Tanggal 28 Nopember 2008 SMA Negeri 1 Prembun diminta pentas di LPMP Jateng untuk mengisi acara lomba pembuatan bahan ajar berbasis komputer tingkat TK/SD, SMP, SMA, SMK. Tanggal 11 September 2009 sertifikat Hak Cipta telah keluar dan beliau dipanggil ke Jakarta. Lebih lanjut Joko Triyono juga menanyakan tentang kekuatan sertifikat hak cipta tersebut kepada petugas yang melayani, tandas petugas : karya anda itu program komputer yang cara memainkannya dengan menggunakan mouse atau keyboard sehingga bagi pihak lain yang mencoba mengembangkan harus ijin kepada anda kecuali dengan teknik lain. Tanggal 13 Desember 2009 SMA Negeri 1 Prembun Kebumen diminta pentas di LPMP Jateng dalam acara yang sama dihadiri juga oleh seluruh pengawas dan kepala sekolah se Jawa Tengah.. Tahun 2009 karyanya digunakan Universitas Dian Nuswantoro untuk Hibah Penelitian Strategi Nasional. Tanggal 25 Maret 2010 digunakan Universitas Dian Nuswantoro untuk pentas menyambut kunjungan tamu dari Chung Yuan Christian University Taiwan. Sebelumnya Joko Triyono diminta untuk memilih para mahasiswa yang mau jadi vokalis/sinden dalam virtual gamelan pesertanya hanya ada 8 mahasiswa yang mendaftar. Selain itu juga sekaligus melatih main virtual gamelan. Sampai saat ini karyanya terus disempurnakan, bahkan tidak hanya virtual gamelan karya-karyanya juga banyak. Kepada kedua putranya beliau berpesan bahwa virtual gamelan itu adalah sejarah. Untuk itu rawatlah dan jadilah orang yang kreatif tidak hanya mengekor atau plagiator, tidak hanya omong kosong tetapi ukirlah sebuah karya yang nyata. Walau umurnya sudah 45 th beliau juga ingin belajar terus, cita-citanya akan mengambil program pasca sarjana di UGM Yogyakarta. ( Dewa Sampurna)
JANGAN AMBIL KARYAKU ....
Petikan kalimat di bawah ini diambil dari sebuah blog buspaningtyas'blog dengan alamat : http://blog.beswandjarum.com/puspitaningtyasaisyah/ diambil tgl : 21 april 2010.
" virtual gamelan .....Program ini berawal dari proyek Universitasku (Udinus) yang ingin mempermudah masyarakat yang ingin bermain gamelan tetapi mempunyai kendala dengan harga gamelan asli yang lumayan mahal. Programmer dari software ini adalah bapak Joko Triyono, seorang mahasiswa S2 dari Udinus dan setahu saya beliau juga seorang guru kesenian di SMA Prembun" ( kalimat serta blog telah tersimpan sebagai bukti )
.........................................................................
kalimat di atas adalah bentuk usaha pengambil alihan sebuah ketenaran yang menurut hak kekayaan intelektual telah terjadi pelanggaran. karena pembuatan serta tujuannya secara khusus oleh Joko Triyono, tidak ada sama sekali kaitannya dengan proyek instansi manapun, hal ini telah disaksikan oleh banyak pihak seperti media massa : kompas, suara merdeka, tempo, dll. serta guru-guru se Jawa Tengah bahkan se Indonesia. bukti otentik berupa : video, program, serta sertifikat hak cipta.
Sejarah virtual gamelan :
- Penemuan ide Desember 2005, mulai dibuat perancangan
- bulan Maret 2006 selesai dibuat oleh Joko Triyono guru SMA N1 Prembun
- mulai diterapkan untuk pembelajaran mei 2006 di kelas x
- diikutkan dalam lomba media pembelajaran mendapat penghargaan silver nop 2006.
- dipentaskan di Udinus 19 dan 21 Mei 2008
- dipentaskan di LPMP Jateng tahun 2008 dan tahun 2009
DIJUAL / SOLD WITH COPYRIGHT
Virtual Gamelan ver 1.0 is a development and refinement of the Virtual Gamelan music has been previously registered in the office of the Directorate HKI in the register number C0920080009. In previous versions of the menu consists of two parts, namely orchestration and games. Orchestration menu is divided into gamelan and gamelan pelog slendro. While the version of the menu consists of learning development, orchestration, single user, and games. Technique plays / produces the sound of gamelan for the second version is still the same is by using the keyboard and mouse. Learning menu consists of four parts, namely instrumentation, playing techniques, forms gending and simulation. Orchestration menu remains the same as a previous version of gamelan and gamelan pelog slendro. Single user presents four parts, namely drums, kempul, saron bonang successors and successor. While the game only consists of game1 and game two.
Sekitar 500 siswa dan guru SMA Negeri dan swasta di Bandung, Jumat (4/12) menggelar unjukrasa di halaman gedung DPRD Jawa Barat. Mereka menolak pelaksanaan Ujian Nasional (UN).
Koordinator Aksi Iwan Hermawan dari Gerakan Siswa & Guru (GSGB) Bersatu Tolak Ujian Nasional dalam orasinya menyebutkan, dengan adanya putusan Mahkamah Agung yang menolak permohonan kasasi pemerintah terhadap gugatan ujian nasional, GSGB meminta agar Ujian Nasional diserahkan kepada sekolah masing-masing.
Menurut Sekjen Forum Guru Independent Indonesia (FGII) ini dalam putusannya MA memerintahkan kepada pemerintah bukan untuk menyelenggarakan Ujian Nasional, tetapi terlebih dahulu harus meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana, serta akses informasi yang lengkap ke seluruh daerah, sebelum mengeluarkan kebijakan pelaksanan ujian nasional.